Kurangnya Keadilan Sosial dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di Desa Kajar, Kabupaten Kudus
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
sumber daya air adalah sumber daya alam yg sangat berpotensi serta berguna buat menunjang kehidupan manusia serta mahluk hayati lainnya, asal daya air pula merupakan asal asal kehidupan pada bumi serta akan terus menerus meningkat akan kebutuhannya. asal daya air pada dunia pertanian mempunyai kiprah penting sebab air artinya kebutuhan utama bagi tumbuhan. asal daya air mempunyai peran krusial pada bidang pertanian, mirip model pertanian pada Indonesia yang kebanyakan masih menggunakan saluran irigasi yg bersumber dari sirkulasi sungai atau asal mata air lainnya buat melakukan pengairannya. Maka asal itu, kualitas dan kuantitas air dari saluran irigasi yang baik akan menjadi hal yang krusial buat mengakibatkan proses bertani berjalan menggunakan lancar dan memberikan hasil yang aporisma.

Seiring berkembangnya zaman, sumber daya air ini diekploitasi sang orang yg tidak bertanggung jawab yg menyebabkan sumber air tadi sebagai terancam dan mengalami kelangkaan. Faktor yang mengakibatkan kelangkaan sumber daya air ini kebanyakan dari faktor insan, mulai berasal pendayagunaan sumber daya air, tak meratanya distribusi air, adanya industri air minum kemasan, sampai pemerintah yg memberi kebijakan yg tidak jelas pada pengelolaan serta dominasi sumber daya air. contoh yg kebanyakan ada pada Indonesia merupakan adanya pendayagunaan sumber air (irigasi) sang oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan terancam keberadaannya atau bahkan langka dan akhirnya para petani pun akan terkena imbasnya. Selain pendayagunaan yang berlebihan, adanya permasalahan asal daya air yg lain seperti kurangnya pemerataan dalam pendistribusian air yang membuahkan asal daya tadi langka.

kedua insiden tersebut selalu terjadi di Indonesia serta hingga waktu ini pemerintah tidak kunjung memiliki solusi yang tepat buat menyelesaikannya. seperti model yg terjadi di Desa Kajar, Kabupaten suci, di desa tersebut ada konflik asal daya air yang telah terjadi sejak 2000 sampai kini permasalahan tersebut tidak kunjung terselesaikan. Hal yang melatarbelakangi pertarungan tadi yaitu bertambah unilever banyaknya para pengusaha air minum yg mengeksploitasi air secara besar -besaran serta berujung sumber air tadi dijual oleh pengusaha, sebagai akibatnya menyebabkan terancam dan langkanya sumber daya air tersebut yang berimbas pada petani yang sekarang kesulitan buat menerima air buat mengairi sawahnya. permasalahan tersebut memunculkan adanya ketidakadilan sosial yg dilakukan sang pengusaha tersebut dalam mengeksploitasi sumber daya tersebut.

Para pengusaha tadi sangat menyalahi sila kelima pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi semua warga Indonesia. sudah jelas bahwa salah satu nilai yg terkandung di sila kelima pancasila yaitu larangan buat menguasai serta mengeksploitasi sumber daya alam secara besar -besaran yang mengakibatkan orang lain menderita dan tidak sejahtera sebab dampaknya. Padahal kentara pada UUD 1945 mengatakan bahwa ”Cabang-cabang produksi yg krusial bagi negara serta yg menguasai hajat hayati orang banyak dikuasai sang negara” (Pasal 33 Ayat 2); ”Bumi dan air serta kekayaan alam yg terkandung pada dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan buat sebanyakbesar kemakmuran masyarakat” (Pasal 33 Ayat 3). dalam hal ini, seharusnya keadilan sosial dalam pemerataan sumber daya air wajib permanen dijalankan, karena sebagai sesama manusia seharusnya tidak melupakan orang lain yang jua memiliki hak buat mendapatkan asal daya yg baik.

Beberapa upaya pemerintah pada mengatasi buat permasalahan sumber daya air di Desa Kajar tadi telah dilakukan melalui pendekatan perundingan , mediasi, konsiliasi, serta arbitrasi, tetapi sampai sekarang upaya pemerintah tersebut masih belum menemukan titik terperinci. Upaya yang bisa dilakukan sang Pemerintah Kabupaten suci adalah dengan membentuk peraturan yang tegas ihwal ijin usaha di wilayah yang mempunyai asal daya air dan memberikan sanksi serta tindakan yang tegas kepada pengusaha yg masih melakukan eksploitasi yang berlebihan. Penciptaan peraturan tersebut wajib melibatkan rakyat pada perumusannya, supaya peraturan yang dirumuskan oleh pemerintah bisa sinkron dengan tujuannya yaitu buat mensejahterakan warga . Pancasila juga bisa dipergunakan buat menjadi landasan hukum perihal hak menguasai negara atas sumber daya air yg nantinya wajib ditekankan tentan pengelolaan sumber daya air agar tak semena-mena menindas golongan menengah kebawah yang lemah secara sosial dan ekonomis

Selain itu, Pemerintah Kabupaten suci seharusnya lebih memperhatikan akan keadilan terhadap sumber daya air ini, karena keadilan terhadap akses ketersediaan air bersih ialah merupakan bentuk keadilan sosial bukan keadilan individual. Pemerintah Kabupaten kudus jua harus bersikap tegas dalam menjalankan kiprahnya menjadi pihak yang wajib dapat menyelesaikan dilema tersebut dan tidak pilih kasih terhadap pengusaha manapun. Pemerintah Kabupaten kudus jua dalam hal mengelola serta mengatur sumber daya air wajib melakukan kerja sama dengan semua pihak yg memilki kepentingan terkait, sebab menggunakan adanya kerja sama tersebut akan dapat praktis buat menuntaskan pertarungankonflik, seperti menggunakan cara musyawarah antar pihak yang bekerja sama tadi. kolaborasi antar pihak tadi jua bisa digunakan buat berkomunikasi, berkoordinasi dan bermusyawarah untuk bersama-sama dalam mengatasi banyak sekali pertarungan dan perseteruan.


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

FavoriteLoadingFavorit

Tentang penulis