Profil Desa Rancasenggang
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PROFIL DESA

 

Desa Rancasenggang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat merupakan desa yang berada di lereng atau kaki bukit Gunung Tugu dimana mata pencaharian penduduknya dari dulu hingga sekarang mayoritas bercocok tanam, adapun perbedaannya kalau dulu bercocok tanam dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana sekalibelum ada peralatan yang modern seperti sekarang, jadi kadang-kadang masyarakatnya bercocok tanam hanya menghasilkan apa-apa saja yang tumbuh secara alami dari tanah pegunungan sedangkan mulai tahun 1900 sampai sekarang sudah bias bercocok tanam dengan menanamnya sendiri dan hasilnya bias dijual dan dapat menghasilkan penghasilan untuk kepentingan masyarakat desa itu sendiri.

Sumber lain menerangkan mulai dari tahun 1945 setelah Republik Indonesia Merdeka penduduk Desa Rancasenggang selain bercocok tanam atau bertani ada juga yang sudah mulai beternak hewan peliharaan seperti sapi, domba, kerbau, ayam dll.

Catatan sejarah Desa Rancasenggang semenjak masa jabatan Sesepuh kampung yang bernama Mad Tarip (Muhammad Tarip) Desa Rancasenggang yaitu pada sebelum tahun 1920 yang dipercaya oleh semua orang menjadi petinggi Desa ini sehingga disahkan menjadi Kepala Kampung atau sebutan lain Kepala Desa.

Sesepuh masyarakat Rancasenggang atau Mad Tarip (Muhammad Tarip) sangat peka terhadap keadaan yang sangat memprihatinkan pada saat itu, setelah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan dinobatkan menjadi Kepala desa sesepuh kampong atau Mad Tarip (Muhammad Tarip) secara bertahap membangun tatanan pemerintahan meskipun secara sederhana guna mensejahterakan masyarakat pada saat itu, yang mayoritas hanya mengandalkan dari hasil bumi itu sendiri.

Daerah Rancasenggang merupakan daerah yang subur untuk bercocok tanam sehingga selain penduduk asli lambat laun daerah ini juga disatroni atau didatangi oleh penduduk dari luar desa yang berkeinginan ikut bercocok tanam di kawasan ini, sehingga lambat laun kehidupan social budaya sudah mulai agak komplek, adapun sumber lain pendapatan desa diantaranya tanah bengkok (Carik) hasil dari tanah titipan desa, tanah milik Desa.

Adapun nama-nama Kuwu atau Kepala Desa pada masa Penjajahan Belanda adalah :

  1. Mad Tarip (1920 –…..)

Sedangkan Kepala Desa setelah Kemerdekaan, diantaranya :

  1. Jaja (……-1950)
  2. Sulaeman (1950-1979)
  3. Anang Mustopa (1980-1988)
  4. A Wardi (1989-1999)
  5. Atang Sutisna (1999-2007)
  6. A Didin Suhendi (2007- 26 April 2013)
  7. Asep Hendra Feri Hendradi, ST (April 2013 – Agustus 2013) ….. PJS Kepala Desa
  8. A. Hamdani, SP  (Agustus 2013 – Agustus 2019)

 

 

Sejarah Pembangunan Desa Rancasenggang

Table : 1  SEJARAH PEMBANGUNAN DESA

TAHUN KEBERHASILAN KEGAGALAN
1920-1949 1.       Pembangunan Saluran air untuk pesawahan

2.       Membangun Jalan-jalan Desa

3.       Pembangunan Balai Desa (masih sederhana)

1949-1979 1.       Pembangunan Bendungan Saluran air Curugciung

2.       Pembangunan Saluran air Leuwigugur

3.       Pemindahan Balai Desa ke Jungkung

4.       Pembangunan Lapang Sepakbola Jungkung

1979-1989 1.       Pembangunan Jalan menghubungkan Desa Rancasenggang dengan Desa Wangunsari

2.       Pembangunan Jalan menghubungkan Desa Rancasenggang dengan Desa Buninagara

3.       Pembangunan Jembatan-jembatan untuk sarana perhubungan (Jembatan Cipalabi)

4.       Program Pertanian Sistim Demplot

5.       Pembangunan Balai Desa dan Gedung Serba Guna

6.       Listrik Desa

1989-1999 1.       Pengaspalan jalan-jalan desa

2.       Perbaikan bendungan-bendungan saluran air pesawahan

3.       Pembangunan Bendungan Leuwisapu

4.       Bantuan Ternak DOMBA

1999-2007 1.       Pembangunan Jalan dan jembatan Pasirbungur

2.       Pengaspalan Jalan Desa

3.       Pembangunan Lapang Sepakbola Demplot

4.       Rehab Sarana Pendidikan

5.       Pembangunan SLTP3 Sindangkerta di Pasirangin

6.       Pembangunan Jalan Tanjakanjambe

7.       Pembangunan Kantor BPD

8.       Pembangunan Kantor Desa Rancasenggang

2007-2013 1.       Pembangunan Gedung Posyandu di RW. 003, 004, 005, 006, 008, 009

2.       Pengaspalan Jalan Desa (Jl. Cijaring-Cibeletong, Jl. Babakansirna, Jl. Pasirkihiang, Cikeuyeup- Tagogan, Jl. Sancang, Jl. Pasirliut)

3.       Program PPIP (Pengaspalan Jalan Selagombong-Cipalabi)

4.       Pengerasan Jl. Kubang, Jl. Tanjakanjambe

5.       Rehab Selokan Leuwigugur, Leuwisapu, dan Leuwigedeg

6.       Lisdes 138 KWH

7.       RTLH 20 Rumah

8.       Bantuan Ternak Domba

9.       Bantuan Perikanan LELE

10.   Bantuan Sarana Usaha Ekonomi Produktif untuk Bata Merah

11.   Modal Usaha untuk agrobisnis dibidang pertanian (PUAP)

12.   Rabat Beton Jalan Setapak Cijaring dan Cipangisikan

13.   Rehab Jalan Cijaring-Cibeletong

14.   Pembangunan PUSTU

15.   Rehab Jembatan Bojongharendong

16.   MCK di .( 01/09 Citanjung, RT. 02/09 Balandongan, RT. 03/04 Pasir Kihiang, RT. 02/05 Pasirbungur)

17.   Bantuan Modal BUMDES

Juli 2013 1.       Rehab Jalan Pasirangin-Babakansirna

2.       Rehab Jalan Setapak RT. 03/01, 04/01, 01/02, RW. 010

3.       Pembangunan GSG 70%

 

TAHUN KEBERHASILAN KEGAGALAN
Sept. 2013

Okt. 2013

Nov. 2013

Juli. 2014

Agustus 2014

 

 

Oktober 2014

 

Nov. 2014

Juli 2015

Agustus 2015

 

Sept. 2015

Nov. 2015

 

 

 

 

 

 

 

Des. 2015

1.       RTLH Kabupaten 30 Unit

2.       Program PNPM (TPT/Kirmir Jalan Santik-Darmaga)

3.       Pemasangan Rangka Tap Baja GSG oleh CV. Grafindo

4.       Lisdes Binamarga 50 KWH

5.       Rehab Bendungan Leuwisapu o/ Dinas Ciptakarya

6.       RTLH Kabupaten 30 unit

7.       Program PNPM (TPT/Kirmir Selokan Leuwigugur)

8.       Pembangunan 2 MCK di RT. 06/03 dan 01/06

9.       Rehab Lanjutan GSG

10.   Program PPIP (Pengaspalan dan TPT Jalan Tagogan-Cikeuyeup)

11.   Porgram PPIP (Pengaspalan dan TPT Jalan Pasirbungur)

12.   Pengaspalan Jalan Cijaring – Darmaga (Ruas Cijaring – Cibeletong)

13.   Rehab Madrasah Selagombong

14.   Penghijauan melalui Program Agroforesti

15.   Pengaspalan Jalan Cijaring-Darmaga (Ruas Darmaga-Cibeletong)/Banprov

16.   Pembangunan Jalan Setapak RW.003

17.   Pembangunan Lanjutan GSG

18.   Rehab Selokan Sawah buah, Leuwigedeg, Leuwisapu, Cisarua

19.   Peningkatan Jalan Kabupaten

20.   TPT/Kirmir Jalan Kabupaten

21.   Sumur Bor RW. 04

22.   Pembangunan Jalan Setapak RW. 002, RW. 005, RW.006, RW. 007

23.   Pipanisasi RW. 006 dan 10

24.   MCK RW. 01, RW. 07 dan MCK Masjid Al-Ma’arij

 

 

 

2.1.  Demografi

  Letak Geografis

Desa Rancasenggang memiliki luas wilayah 665,45  Ha terdiri dari 4 (empat) dusun 10 (sepuluh) RW dan 44 (empat puluh empat) RT, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

 

Batas sebelah Utara : Desa Cikadu Kecamatan Sindangkerta
Batas sebelah Selatan : Desa Wangunsari Kecamatan Sindangkerta

Desa Weninggalih Kecamatan Sindangkerta

Batas sebelah Timur : Desa Buninagara Kecamatan Sindangkerta
Batas sebelah Barat : Desa Cintakarya Kecamatan Sindangkerta

 

Topografi

Desa Rancasenggang merupakan wilayah yang berada di lereng Gunung Tugu, dengan ketinggian 720 – 800 m di atas permukaan laut, sebagian besar wilayah Desa Rancasenggang berbukit-bukit dengan kemiringan antara 200  – 450  , yang berbatasan langsung dengan 5 (lima) Desa Tetangga (Cikadu, Wangunsari, Weninggalih, Buninagara dan Cintakarya).

 

 

Hidrologi dan Kimatologi

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa, berdasarkan hidrologinya aliran-aliran sungai di wilayah Desa Rancasenggang merupakan aliran-aliran sungai/selokan dengan debit yang sedang dan kecil seperti pada :

  1. Sungai Cireundeu (merupakan batas wilayah dengan Desa Cikadu)
  2. Sungai Ciminyak (sebagian merupakan batas wilayah dengan Desa Wangunsari)
  3. Sungai Cipalabi (sebagian merupakan batas wilayah dengan Desa Weninggalih)
  4. Sungai Cipicung (sebagian merupakan batas wilayah dengan Desa Buninagara)

Disamping itu ada pula beberapa mata air yang biasa digunakan sebagai sumber mata air bersih/minum maupun sumber air untuk pertanian, tetapi ada pula petani yang untuk bertani hanya mengandalkan tadah hujan atau bertani bila musim hujan tiba.

Adapun Mata air yang menghidupi masyarakat Desa Rancasenggang diantaranya :

  • Mata Air Balandongan
  • Mata Air Bojongharendong
  • Mata Air Cibeas
  • Mata Air Legokbuluh
  • Mata Air Legokijun
  • Mata Air Pasirtanjung
  • Mata Air Pojok

Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan

Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di Desa Rancasenggang digunakan secara produktif, ini karena lahan-lahan yang berada di wilayah Desa Rancasenggang merupakan lahan yang subur terutama untuk dijadikan lahan pertanian, hanya sebagian kecil saja yang tidak dimanfaatkan oleh warga, hal ini pula menunjukan bahwa kawasan Desa Rancasenggang adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah.

Tabel 2. Luas lahan wilayah menurut penggunaannya.

Sawah (Ha) Darat (Ha)
½ Teknis Tadah Hujan Pasang Surut Pemukiman Pertanian Perkantoran Perkebunan Lainnya
187 57 100,340 200,546 172,340 1,542

 

2.2. Keadaan Sosial

Kependudukan

Penduduk Desa Rancasenggang berdasarkan data terakhir Th. 2015 sebanyak 5.531 jiwa, hasil Sensus Penduduk Th. 2014 sebanyak 5.434 jiwa, th 2013 sebanyak 5.408, sehingga mengenai penduduk Desa Rancasenggang mengalami kenaikan untuk setiap tahunnya rata-rata 2%, lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini :

 

Tabel. 3

No. Tahun Jumlah Penduduk Jumlah KK Laju Pertumbuhan
L P Jml
1 2003 5.408 1.400 0,47%
2 2014 5.434 1.450 0,48%
3 2015 5.531 1.473 1,75%

 

 

Indeks Pembangunan Manusia

Perkembangan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Rancasenggang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat Th. 2010 s/d 2013 dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel . 4 IPM

No. Uraian 2010 2011 2012 2013
1 Indeks Pendidikan 88,44 90,01 91,54 93,09
2 Indeks Kesehatan 82,48 84,12 85,71 87,35
3 Indeks Daya Beli 76,78 78,30 79,79 81,30
Target IPM Kec. Sindangkerta
Target IPM Kab. Bandung Barat
Realisasi IPM

 

Kesehatan

Tenaga Kesehatan di Desa Rancasenggang Pada Tahun 2013 terdiri dari 2 orang Perawat, 3 orang Bidan dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel. 5 Jumlah Tenaga Kesehatan dan Tenaga Partisipasi Masyarakat di desa Rancasenggang.

No. Tenaga Kesehatan Jumlah Keterangan
1 Medis Doktor Umum
Doktor Spesialis
2 Perawat Bidan 3
Perawat 3
3 Partisipasi Masyarakat Dukun Bayi 4
Pos Yandu 9
Polindes 1
P O D
Desa Siaga 1
Kader 45
P S M 3
Jumlah 69  

 

Jumlah Kelahiran Bayi (Persalinan) pada Tahun 2015 adalah sebanyak 44jiwa, terdiri dari Bayi lahir Hidup 42 orang dan Bayi Lahir Mati adalah 2 orang/jiwa.

Tabel  6. Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi Desa Rancasenggang Tahun 2013 – 2015:

No. Uraian 2013 2014 2015 Rata-rata
1 Bayi Lahir Hidup 97 42
2 Bayi Lahir Mati 1 2
Jumlah 98 44

 

Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan, sehingga Pendidikan adalah sebuah investasi (modal) di masa yang akan dating. Di Desa Rancasenggang jumlah guru tahun 2011 berjumlah 61 orang . dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 7. Data Pendidikan Sekolah Formal Non Formal tahun 2013

No. Nama Sekolah Jumlah Lokasi
Guru Murid
1 PAUD UMI KULSUM 3 24 Kp. Nagrog  RW. 10
2 PAUD AL MANAR 3 21 Kp. Cibeletong RW. 09
2 SD HARAPAN 10 157 Kp. Mekarharapan RW. 03
3 SD BUDIRAHAYU 11 163 Kp. Budiharti RW. 08
4 SD PASIRKALIKI 10 139 Kp. Cibeletong RW. 09
5 SD RANCASENGGANG 12 152 Kp. Rancasenggang RW. 01
6 SD BUNGUR ENDAH 11 134 Kp. Pasirbungur RW. 05
7 MI RANCASENGGANG 9 96 Kp. Nagrog RW. 10
8 SLTPN 3 SINDANGKERTA 20 308 Kp. Pasirangin RW. 03
9 TPA MIFTAHUL’ULUM 3 23 Kp. Rancasenggang RW. 01
10 TPA ADZ-ZIQRO 4 25 Kp. Langensari RW. 08

 

Jumlah sarana tersebut diatas belum termasuk Guru yang berdomisili di Desa Rancasenggang, adapula guru yang mengajar di luar Desa Rancasenggang diantaranya : 1 orang Dosen, 5 orang Guru SLTA, 5 orang Guru SLTP, 7 orang Guru SD.

 

Kesejahteraan Sosial (Masyarakat)

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan social meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan social. Keadaan ini bias dilihat dalam table dibawah ini :

Tabel 8 Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

No. Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah Keterangan
1 Anak Terlantar
2 Anak nakal
3 Anak Balita Terlantar
4 Anak Jalanan
5 Lansia Terlantar
6 Pengemis
7 Gelandangan
8 Korban NAPZA
9 PSK
10 Eks Narapidana 3
11 Penyandang Cacat 21
12 Penyandang Cacat Eks. Kronis 2
13 Keluarga Miskin Sosial 381
14 Keluarga bermasalah Sosial Psikologis
15 Keluarga Rumah Tidak Layak Huni 207
16 Wanita Rawan Sosial Ekonomi
17 Pemulung
18 Janda Pensiunan 32
19 Korban Bencana
20 Masyarakat Tinggal di rawan bencana
21 Komunitas adat terpencil
22 Lain-lain

 

Ketenaga Kerjaan

Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Rancasenggang sampai akhir tahun 2015, masih menunjukkan keadaan kondusif, walapun dipihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM dan banyaknya pencari kerja di Desa Rancasenmggang adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sector-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebelumnya.

Jumlah angkatan kerja pada tahun 2015 sebanyak 417 orang dan tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak 48 orang, sedangkan sisanya 200 orang belum mendapat pekerjaan.

Pada tahun 2015 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 135 orang dan pencari kerja perempuan 65 orang, untuk tenaga kerja perempuan setiap tahunnya lebih banyak tersalurkan terutama ke perusahaan-perusahaan tekstil dan garmen yang memprioritaskan tenaga kerja perempuan.

Dari segi Pendidikan , lulusan SLTA menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang berhasil diterima dan ditempatkan sebagai karyawan di perusahaan ataupun di tempat kerja lainnya mencapai 40%.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam table dibawah ini.

 

Tabel 9. Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja dan Lowongan Kerja Tahun 2015

No. Yang terdaftar Jumlah Keterangan
1 Pencari Kerja 279
2 Yang Ditempatkan 92
3 Lowongan Kerja 12
4 Sisa Pencari Kerja 175
Jumlah 279

 

Dari table diatas, dapat dijelaskan bahwa pencari kerja untuk tahun 2015 mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan pekerjaan itu sendiri, sehingga jumlah pencari kerja lebih banyak disbanding lowongan kerja.

Faktor lain yang berpengaruh adalah tingkat Skill dan Pendidikan yang ada di Desa Rancasenggang yang bervariasi.

 

Pemuda dan Olahraga

Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2015 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi karang taruna baik level Desa maupun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level Desa meskipun telah terbentuk namun sampai saat belum memperlihatkan eksistensinya.

Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di Desa Rancasenggang cukup variatif, baik yang dikelola secara professional, semi professional maupun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, namun kebanyakan hanyalah penyaluran dari kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data keolahragaan yang ada di desa Rancasenggang tahun 2014, terlihat dalam table dibawah ini :

 

Tabel 10. Data Klub/Perkumpulan Olahraga Tahun 2013

No. Klub Olahraga Yang Terdaftar Jumlah Keterangan
1 Klub Sepakbola 11
2 Klub Bola Volly 9
3 Klub Bulu Tangkis 1
4 Klub Tenis Meja 3
5 Klub Senam Sehat
6 Klub Jantung Sehat
7 Klub Pencak Silat 5
8 Klub Footsal 10
Jumlah 39

 

Dari Klub olahraga diatas, telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa untuk kontingen tingkat Kecamatan bahkan untuk tingkat Kabupaten Bandung Barat, sedangkan dalam ajang kegiatan kompetisi atlet-atlet tersebut kebanyakan hanya mengikuti kegiatan ditingkat local saja , hanya untuk olah raga Bola Volly pernah menjadi Tuan Rumah kejuaraan Bola Volly tingkat Kabupaten Bandung sebelum dimekarkan menjadi Kabupaten Bandung Barat, dan juara kedua lomba olahraga sepakbola di tingkat kecamatan, serta menjadi juara harapan I tingkat Kabupaten Bandung.

 

 

 

2.3. Kebudayaan

Kebudayaan yang ada di Desa Rancasenggang merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam.

Pihak pemerintahan desa terus membina kelompok dan organisasi kesenian yang ada, meskipun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan namun para pewaris kebudayaan di Desa Rancasenggang terus merawat dan melestarikannya, seperti akhir-akhir ini membentuk Ikatan Olahraga  dan Seni Formi mulai dari tingkat Desa sampai tingkat Kabupaten Bandung Barat, sehingga kelompok-kelompok kesenian tersebut terus terpelihara, apalagi pada tahun 2012 telah dibentuk Paguyuban Budaya Gupay Tugu Setra yang salah satu tujuannya mengikat dan mengembangkan kelompok-kelompok seni dan budaya di desa Rancasenggang.

Beberapa kelompok kesenian yang ada di desa Rancasenggang yang masih eksis diantaranya terlihat dalam table dibawah ini :

Tabel 11. Data Kelompok Budaya dan Kesenian Tahun 2015

No. Jenis Kelompok Kesenian Yang Ada Jumlah Group Status
1 Seni Calung 5 Aktif
2 Organ Tunggal 2 Aktif
3 Jaipongan 1 Aktif
4 Reog 3 Aktif
5 Pencak Silat 5 Aktif
6 Kliningan / Rebana 5 Aktif
7 Qasidah 4 Aktif
8 Upacara Adat 3 Aktif
9 Calung Dangdut (CADUT) 3 Aktif

 

Di bidang Pariwisata, desa Rancasenggang tidak mempunyai tempat wisata yang bisadiandalkan, namun demikian pemerintah desa Rancasenggang  tidak berputus asa bersama-sama dengan masyarakatnya terus melestarikan dan berencana membangun sarana wisata yang bias diandalkan untuk desa Rancasenggang, disamping itu pula masih banyak budaya-budaya yang dahulu sempat ada dan tenggelam untuk diangkat lagi, sehingga generasi berikutnya akan teringat kembali semua hal-hal yang pernah ada pada leluhur mereka (di desa Rancasenggang kecamatan Sindangkerta kabupaten bandung Barat).

Tempat Peribadatan

Tempat peribadatan yang ada di Desa Rancasenggang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat hanyalah tempat peribadatan untuk orang Muslim saja, karena penduduk desa Rancasenggang hampir 100% beragama Islam.

Berikut ini table tempat peribadatan dan organisasi keagamaan di Desa Rancasenggang.

Tabel. 12. Daftar Nama Tempat Peribadatan

No. Uraian Jumlah Keterangan
1 Mesjid 19
2 Mushola/Langgar 26
3 Madrasah 20

 

 

Tabel13. Daftar Nama Mesjid dan DKM

 

No Nama Mesjid dan DKM Alamat Nama Ketua DKM
1 AL-MA’ARIJ Kp. Pameungpeuk RT.01/01 Dade Resna, SH
2 MIFTAHUL-KHAIR Kp. Bojongharendong RT.01/02 Adim Hamdani
3 AL-BAROKAH Kp. Cijaring RT.03/02 Dedi Setiana
4 AL-IKHLAS Kp. Babakan Sirna RT.01/03 Ust. Maman
5 PASIRJATI Kp. Pasirjati RT.04/03 Misbah
6 AL-HIKMAH II Kp. Bataan RT.02/04 Apid Haryana
7 AL-HIKMAH I Kp. Pasirkihiang RT.03/04 H. Dudu Durahman
8 AL-IKHWAN Kp. Pasirbungur I RT.01/05 D I D I N G
9 NURULHUDA Kp. Pasirbungur II RT.02/05 E N G K O S
10 AL-QONA’AH Kp. Leuwigugur RT.04/05 Sa’in Hasan
11 AL-FALLAH Kp. Garut RT.05/05 H. Sadili
12 AL-FURQON Kp. Cipangisikan RT.02/06 U J U
13 BAHRUL IKHSAN Kp. Babakan Sukahaji RT.04/06 Opan Sopandi
14 BAITUL MU’MININ Kp. Selagombong RT.04/07 Suherman
15 ADZ-ADZIQRO Kp. Langensari RT.02/08 Asep Suparman
16 MIFTAHUSSALAM Kp. Balandongan RT.02/09 Toharudin
17 MIFTAHUL HUDA Kp. Cibeuleutong RT.03/09 Akhmad Yani, S.Pd
18 ATTAQWA Kp. Nagrog RT.02/10 Solihin P
19 AL-IKHLAS Kp. Bojongloa RT.03/10 A M I N

 

 


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

FavoriteLoadingFavorit

Tentang penulis