•  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ingin memilih dan menggunakan Pembesar Umbi dan Buah palng manjur? Maka hanya satu jawaban,yaitu Phospat dan Kalium Subur yang mampu membesatkan umbi dan buah serta obat anti rontok sekaligus.Tanaman apa saja bisa menggunakan Kalium Subur yang telah terbukti ampuh dan dpercaya para petani untuk merangsang pertumbuhan bunga dan membesarkan buahnya.Buah apa saja yang bisa dibesarkan oleh Kalium Subur? Semua jenis buah buahan dan juga umbi umbian bisa dibesarkan secara maksimal dengan menggunakan Kalium Subur seraca teratur dan sesuai dengan yang diaplikasikan oleh sang pembuat Hormon atau Pupuk Cair pembesar umbi dan buah no 1 di Indonesia ini.

Kandungan atau zat yang ada dalam Kalium Subur membuat obat pertanian ini menjadi pilihan utama orang yang butuh NPK Cair yang bermutu dan layak menjadi pilihan utama dan pertama petani yang ingin sukses dan berhasil dalam memelihara tanaman padi atau palawija dan berkebun buah buahan.Atau memiliki perkebunan yang luas yang tentunya membutuhkan obat yang berkelas bukan obat sembarangan.

Obat atau Pupuk Anti Rontok sering juga dialamatkan pada Kalium Subur ini, karena memang banyak petani yang telah membuktikan secara nyata.Selain buahnya makin banyak, kuat dan tumbuh baik atau optimal, Phospat Subur ini juga melindungi dari kerontokan.

Subur kandunganya :
Phospat : 25%
Kalium : 45 %
Mikro element : 5 %
GA3 : 20:%
Hormon Paklobutrazol : 5%
Phospat dan Kalium Subur ini memiliki kegunaan, manfaat,faedah atau fungsi sebagai:

1. Hormon perangsang keluarnya bunga
2.Memperbanyak jumlah bunga yang keluar
3.Menguatkan bunga dan menjaga kerontokan bunga, sehingga bunga tumbuh menjadi buah yang tumbuh maksimal.
4.Mempercepat pematangan atau pemasakan serta memperbesar ukuran buah

Idealnya atau sebaiknya digunkan pada saat tanaman menginjak fase mulai akan berbunga atau berbuah atau sering disebut fasegeberatif, yaitu pada saat umur tumbuhan atau tanaman berumur 45 – 80 hari setelah tanama / HTS.

Berat Bersih : 250 ML
Dosis : 1- 2 ML / liter
1 Botol Phospat & Kalium Subur ini bisa dicampur dengan 125 – 250 liter air, tergantung dosis yang akan kita gunakan.
Semprotkan pada daun secara merata pada pagi atau sore hari
Lakukan secara teratur

Kandungan Phospat & Kalium Subur :

Phospat 25%
Kalium / Ca 45%
Micro Elemet 5%
GA3 20%
Hormon Paclobutrazal 5%

Kalium Subur ini bisa digunakan pada berbagai macam tanaman yang berbuah,berbunga atau berumbi yang biasa ditanam para petani di Indonesia ini, diantaranya: sayuran,padi,tomat,kentang,cabe,wortel,buah mangga, manggis,durian,lengkeng, dan sebagainya.

Kalium Subur ini yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia ini.KS Fungsinya adalah

– Menguatkan Jaringan Tanaman.
– Membuat tanaman lebih kuat,kokoh,tidak mudah roboh
– Mencegah bunga dan buah mudah rontok
– Mempercepat Pembesaran, memperbanyak pembentukan bunga
– Meningkatkan jumlah buah jadi
– Mencegah adanya rongga pada buah dan lebih tahan pecah
– Meningkatkan kualitas warna,rasa dan keseragaman buah/umbi
– Meningkatkan bobot, daya tahan, dalam pengangkutan
– Mempercepat pengisian gabah
– Mecegah bulir hampa

Pupuk NPK Cair yang bernama Subur ini bisa dipakai buat tanaman palawija dan juga buah buahan serta umbi umbian yang biasa tumbuh dan ditanam para petani di Indonesia

Tanaman pertanian yang bisa disebut sebagai palawija adalah:

Sorghum
Kacang hijau
Kacang tunggak
Kedelai
Singkong
Kentang
Ubi
Gembili
Wortel
Mentimun
Oyong
Kacang panjang
Talas
Jagung

Berikut ini beberapa nama buah beserta nama latinnnya :

1. Cokelat / Kakao (Theobroma cacao)
2. Pepaya (Carica papaya)
3. Kelapa (Cocos nucifera)
4. Durian (Durio Zibethinus)
5. Ketimunan (Timonius sericcus)
6. Mangga (Magnifera indica)
7. Gandaria (Bouea mcrophylla)
8. Sukun (Artocarpus communis)
9. Terung (Solanum lycopersicum)
10. Pisang (Musa paradisiaca)
11. Vanili (Vannili planifolia)
12. Srikaya (Annona squamosa)
13. Jambu Monyet (Agathis Lalillardieri)
14. Kemiri ( Dipterocarpus sp)
15. Duku (lansium domesticum)
16. Salak (Salacca edulis)
17. Sawo (Manilkara kauki)
18. Enau (Arenga pinnata)
19. Mengkudu (Morinda citrifolia)
20. Sawit (Elais Guinensis)
21. Apel (Malus sylvestris)
22. Kweni (mangifera odorata)
23. Buah Nona (Annona reticulata)
24. Buni ( Antidesma reticulata)
25. Jambu Mawar ( Eugenia jambos)
26. Kawista Batu (Feronica lucida)
27. Kapulasan (Nephelium mutabile)
28. Lechi (Leachi chinensis)
29. Malaka (Phylantus emblica)
30. Strwaberry (Fragaria daltoniana)
31. Anggur (Vitis vinivera)
32. Alpukat (Persea americana)
33. Bacang (Magnifera foetida)
34. Belimbing (Averrhoa carambola)
35. Cempedak (Arthocarpus champeden)
36. Cepukan (Physalis angilata)
37. Ceri (Prunus apetala)
38. Nanas (Ananas comocus)
39. Gowok (Syzygium plychepalum)
40. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
41. Jeruk pomelo (Citrus maxima)
42. Jeruk sukade (Citrus medica)
43. Jeruk keprok (Citrus reticulata)
44. Kurma (Phoenix dactylifera)
45. Kesemek (Diospuros kaki)
46. Sukun (Artocarpus atilis)
47. Salak (Salacca zalacca)
48. Persik (Prunus persica)
49. Manggis (Garcinia mangostana)
50. Almond-leafed Pear (Pyrus amygdaliformis)
51. Pir Austria (Pyrus austriaca)
52. Pir Iberia (Pyrus bourgaeana )
53. Pir Ya (Pyrus bretschneideri )
54. Pir Callery (Pyrus calleryana)
55. Pir Cacasia (Pyrus caucasica)
56. Pir Eropa (Pyrus communis )
57. Pir Plymouth (Pyrus cordata)
58. Pir Algeria (Pyrus cossonii)
59. Aprikot (Prunus armeniaca)
60. Oleaster-leafed Pear (Pyrus elaeagrifolia)
61. Evergreen Pear (Pyrus kawakamii )
62. Rambutan (Nephellium lappacium)
63. Siwalan (Borassus sp)
64. Pir Salju (Pyrus nivalis)
65. Pir Afghan (Pyrus pashia
66. Pir liar (Pyrus pyraster)
67. Sawo duren (Crisophyllum crainito)
68. Pir Nashi (Pyrus pyrifolia)
69. Willow-leafed Pear (Pyrus salicifolia)
70. Menteng (Baccaurea baccimosa)
71. Kedondong (Spondias dulcis)
72. Jambu batu (Psidium guajava)
73. Sage-leafed Pear (Pyrus salvifolia )
74. Jambu bol (Syzygium malaccense)
75. Pir Siberia (Pyrus ussuriensis)
76. Jambu mawar (Syzygium jambos)
77. Pir Xinjiang (Pyrus sinkiangensis)
78. Jambu mete (Anaccadium odontinale)
79. Lemon (Citrus limon)
80. Melon (Cucumis melo)
81. Sawo Manila (Manilkara zapota)
82. Asam (Tamarindus indica)
83. Kiwi (Actinidia deliciosa)
84. Tomat (Solanum Iycopersicum)
85. Buah Naga (Hylocereus undatus)
86. Kelengkeng (Dimocarpus longan)
87. Blueberry (Vaccinium corymbosum)
88. Ceremai (Phyllanthus acidus)
89. Markisa (Passiflora edulio)
90. Pisang Raja (Musa textilia)
91. Delima (Punica granatum)
92. Zaitun (Olea europaea)
93. Buah Ara (Ficus carica)
94. Matoa (Ponnetia pinniata)
95. Nangka (Artocarpus heterophyllus)
96. Buni (Antidesma bunius)
97. Kersen (Muntingia calabura)
98. Massoi (Cryptocaria massoi)
99. Mata Buta (Excoecaria agallocha)
100. Purnamasada (Cordia subcordata)


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

FavoriteLoadingFavorit

Tentang penulis