BUMDESMA Kawasan Perdesaan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dalam konsep membangun desa terdapat perspektif pembangunan dan perspektif desa. Melihat membangun desa dengan perspektif pembangunan melahirkan misi dan platform pemerataan pembangunan yang menyentuh ranah perdesaan, desa dan masyarakat. Sedangkan melihat membangun desa dengan perspektif desa berarti memperkuat desa dalam memanfaatkan, mengakses dan memiliki ruang dan sumber daya kawasan perdesaan. Dalam dua perspektif itu terdapat misi dan platform pembangunan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.

Perspektif membangun desa tersebut juga bermakna sebagai pengarustamaan desa (village mainstreaming) dalam pembangunan kawasan perdesaan. Pengarustamaan desa berkeyakinan, meskipun ujung dari pembangunan kawasan perdesaan adalah ekonomi, tetapi aktor dan institusi juga penting untuk diperhatikan agar pembangunan tidak secara timpang hanya dinikmati oleh investor besar, tetapi desa hanya terkena dampak buruh dan hanya menjadi penonton. Oleh karena itu, pembangunan kawasan perdesaan tidak hanya berbicara tentang lokasi, ruang, locus, perencanaan, produk dan komoditas unggulan (one village one product), tetapi juga berbicara tentang eksistensi dan partisipasi desa, pembangunan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.

Potensi sumber daya alam yang digunakan sebagai basis “potensi unggulan” penting ditelusuri bagaimana proses prakarsa atau kearifan lokal didalamnya. unggulan tersebut juga perlu ditelusuri terkait aspek kedudukan aset, apakah aset bersama atau justeru aset pemerintah daerah.

Kedudukan aset yang jelas statusnya sebagai aset bersama akan berpotensi sebagai basis kapitalisasi yang menguntungkan pendapatan asli desa, terutama desa yang telah bersepakat didalam kerjasama dengan pihak ketiga.

Pasal 85 UU No.6 tahun 2014 tentang Desa

(1) Pembangunan Kawasan Perdesaan yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota, dan pihak Ketiga wajib mendayagunakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia serta mengikutsertakan Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa.

Ada dua ranah yang menjadi partisipasi desa melalui badan usaha milik desa bersama dalam pembangunan kawasan perdesaan, yaitu :

  1. Sumber daya milik bersama secara alamiah merupakan kawasan perdesaan dan dalam kehidupan sehari hari menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Sumberdaya kategori ini antara lain meliputi sungai, mata air, mineral nonlogam, dan lain lain.
  2. Kawasan yang sengaja disiapkan sebagai arena investasi pembangunan kawasan perdesaan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta seperti agropolitan, minapolitan, agroindustri, pertambangan dan sebagainya.

Adapun tahapan pembangunan kawasan perdesaan sebagai berikut : selanjutnya baca….


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

FavoriteLoadingFavorit

Tentang penulis