•  
  •  
  •  
  •  
  •  

Basic hukum masih tetap berlakunya hukum kebiasaan dalam pengelolaan desa
!emenjak re6ormasi tahun 1″”,# berlangsung pergantian konstitusi yangberdampak pada pergantian ketentuan yang mengatur mengenai pemerintahandaerah. :ons
ti
tusi pergantian itu dinamakan ndang ndang /asar 0egara epublik Indonesia %ahun 1″23 (/ 0I %ahun 1″23). +elaluiPasal 1, B / 0I %ahun 1″23# negara bersama tegas mengaku danmenghormati satuansatuan pemerintahan daerah yang bersi6at spesial ataubersi6at spesial dan mengaku serta menghargai kesatuankesatuanmasyarakat hukum kebiasaan bersama hakhak spesial tradisionalnya kata kata selamat pagi sepanjangmasih hidup serta sesuai dengan bersama perubahan penduduk serta prinsip0egara :esatuan epublik Indonesia.Hal seperti ini berararti desadesa yang dulu telah ada sebelum masuknyapenjajah mesti disadari serta dihormati oleh negara. +ereka merupakanorganisasi komune lokal yang memiliki batasbatas wilayah# ditempati olehsejumlah penduduk# serta memiliki adatistiadat untuk mengurus dirinyasendiri (
selfgoverning

community
. !ebutan /esa menjadi kesatuanmasyarakat hukum baru diketahui pada saat kolonial Belanda. /esa pada
10
|
biasanya memiliki pemerintahan sendiri yang dikelola se*ara otonomtanpa ikatan hirarkhisstruktural bersama susunan yang tambah tinggi. /imasyarakat
4
8una menggerakkan amanat Masalah 1,B / 0I %ahun 1″23#diberlakukan ndangndang 0omor - %ahun -552 mengenai Pemerintahan/aerah ( Pemda). +elalui Pemda ini# /esa
Ti
dak termasuk juga dalamskema desentralisasi teritorial. Pemda
Ti
dak kenal otonomi /esa#melainkan cuma kenal otonomi daerah.- Penyusunan mengenai /esadimuat dalamn Bab FI Masalah -55 sampai Masalah -1E Pemda serta PeraturanPemerintah 0o. 4- %ahun -553 mengenai Dasar mum Pengaturan+engenain/esa (PP 0o. 4-@-553).  +enurut Pemda# /esa adalahkesatuannmasyarakat hukum yang mempunyai batasbatas lokasi yangberwenang untuk mengatur serta mengatur kepen
ti
ngan masyarakatsetempat# berdasar pada asalusul serta kebiasaan is
ti
kebiasaan ditempat yang disadari dandihorma

dalam skema Pemerintahan 0egara :esatuan epublik Indonesia.!elanjutnya# ada empat masalah pemerintahan desa menurut Masalah -5E Pemda# yaiturusan yang telah ada berdasar pada hak asalusul /esaDrusan sebagai kewenangan kabupaten@ kota yangdiserahkan pengaturannya pada /esaD%ugas pembantuan dari Pemerintah# provinsi# dan@atau pemerintahkabupaten@kotaDrusan yang lain yang oleh ketentuan perundangperundangandiserahkan pada /esa.!elanjutnya /alam penyelenggaraan pemerintahan desa# hukum kebiasaan bisa tampak dari produk hukumnya. Beberapa produk hukum yang mengakomodir serta melegalkan hukum kebiasaan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Bali# pada lain &)ndang undang nomor E tahun -512 mengenai desa Masalah “4
B)Ketentuan /aerah Provinsi Bali 0o. E %ahun 1″,E mengenai:edudukan# =ungsi# serta Fungsi /esa &dat menjadi :esatuan+asyarakat Hukum &dat dalam Provinsi /aerah %ingkat I Bali(Perda /esa &dat)D )Ketentuan /aerah Provinsi Bali 0o.  %ahun -551 mengenai /esaPakramanD /)Ketentuan /aerah :ota /enpasar 0o. 1 %ahun -55” tentangen*ana Pembangunan 9angka Panjang /aerah %ahun -553-5-3
,
Perda Propinsi Bali 0omor  %ahun -551 mengenai /esa Pakraman.Masalah 1 angka 2 dari Perda /esa Pakraman mengatakan bahwa’/esa Pakraman ialah :esatuan +asyarakat Hukum &dat di PropinsiBali yang memiliki satu kesatuan kebiasaan serta tata krama pergaulanhidup penduduk umat Hindu se*ara turun temurun dalam ikatankahyangan tiga atau kahyangan desa yang memiliki wilayahtertentu serta harta kekayaan sendiri dan memiliki kata penyesalan hak mengatur rumahtangganya sendiri. !elanjutnya bila kita buat korelasikan bersama undang undang nomor E tahun -512 mengenai desa karena itu penyusunan mengenai desa kebiasaan akan di dapatkan dalam masalah Masalah “4 di mana berbunyi
/Masalah 01 *2 Penetapan “esa Kebiasaan seperti disebut dalam Masalah 03 penuhi syarat4a# kesatuan penduduk hukum kebiasaan bersama hak tradisionalnya secaranyata masih tetap hidup, baik yang berbentuk teritorial, genealogis, ataupun yang berbentuk fungsional5


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

FavoriteLoadingFavorit

Tentang penulis