5 Jenis Terapi yang Umum Digunakan untuk Mengobati Stroke
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penyakit stroke memang tidak dapat dipungkiri termasuk masalah kesehatan yang ditakuti oleh banyak orang, apalagi yang sudah berusia lanjut. Mengingat memang semakin bertambahnya usia, maka resiko untuk terserang stroke ini juga jadi semakin tinggi. ia juga termasuk dalam jenis penyakit kritis yang mengurangi kualitas hidup dari penderitanya. Karena sekalinya sudah terserang stroke. Maka tubuh akan menjadi lumpuh, entah itu sebagian maupun juga sepenuhnya, sehingga sulit untuk mengerjakan berbagai macam kegiatan sehari-hari dengan sendirinya.

Itulah mengapa bagi penderitanya memang tidak cukup hanya dengan mengonsumsi obat-obatan medis dari dokter saja. Melainkan juga harus ditunjang dengan alternatif pengobatan yang lain, termasuk diantaranya adalah butuh fisioterapi. Berbagai macam jenis terapi ditawarkan untuk bisa memulihkan kondisi penderita stroke. Meskipun tidak pulih 100 persen, paling tidak mampu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, menjadi lebih mandiri untuk melakukan beberapa jenis kegiatan yang biasanya dapat dilakukan sendiri.

Berikut ini diantaranya ada beberapa jenis terapi yang umumnya dapat dilakukan oleh penderita penyakit stroke ini, yaitu:

1. Terapi fisik, tujuan dari terapi ini umumnya dilakukan untuk menguatkan kembali otot-otot penderita stroke. Karena memang biasanya orang yang sudah terserang stroke maka otot-otot tubuhnya akan melemah, membuatnya susah untuk bergerak. Sehingga koordinasi tubuh juga akan menjadi terganggu dan akan sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Itulah mengapa dilakukan terapi fisik, paling tidak nantinya dapat memperkuat otot-otot yang lemah tersebut, jadi bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Namun jika seandainya kondisi atau masalah fisik yang dialami terlalu parah, maka bisa dibantu dengan beberapa jenis alat untuk mendukung pemulihannya.

2. Terapi bicara dan bahasa, kemampuan berbicara penderita stroke juga akan mengalami penurunan, bicara jadi ngelantur dan juga tidak jelas, karena stroke ini akan menyebabkan kemampuan otot untuk mengontrol berbicara juga rusak. Umumnya ada terapis yang akan membantu pasien stroke dan juga melatihnya agar bisa berbicara sebagaimana sebelumnya, jika seandainya gangguan yang dialami sudah terlalu parah, maka nantinya terapis akan mencari alternatif komunikasi yang lainnya.

3. Terapi okupasi, jenis terapi yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan ataupun mengembangkan kembali kemampuan maupun keterampilan penting yang bisa dilakukan dalam kegiatan atau aktivitas sehari-hari. Seperti diantaranya adalah dengan melatih mengancingkan baju, gosok gigi dan sejenisnya. jenis terapi yang satu ini juga dapat dilakukan bersamaan dengan terapi lain, misalnya adalah terapi bicara dan juga bahasa.

4. Terapi rekreasi, jenis terapi ini akan dilakukan dengan tujuan adalah agar penderita stroke bisa kembali melakukan aktivitas atau mengingatkan kembali pada kegiatan-kegiatan yang dulunya mereka cintai sebelum terserang penyakit ini. seperti diantaranya adalah dengan memelihara hewan tertentu, membuat kerajinan tangan dan sejenisnya.

5. Terapi psikologi, beberapa orang yang sudah terserang stroke umumnya menjadi lebih rentan untuk terserang gangguan mental, stress sampai dengan depresi, sehingga hal tersebut juga akan mempengaruhi penyembuhan yang berjalan semakin lama. Terlebih lagi bagi orang lanjut usia yang terserang stroke. Untuk itulah maka juga dibutuhkan jenis terapi psikologi ini untuk membuatnya berpikir positif dan bisa sembuh kembali.

Bentuk-bentuk terapi tersebut biasanya akan dianjurkan oleh dokter menyesuaikan dengan kondisi pasien. Bahkan juga tetap ada jenis terapi alternatif lain yang dapat dijadikan sebagai pilihan, seperti diantaranya adalah akupuntur, kemudian juga pijat, yoga dan masih banyak diantaranya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke.


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

FavoriteLoadingFavorit

Tentang penulis